EXPRESI.co, BONTANG – Dalam upaya membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi yang semakin berat, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang meluncurkan Gerakan Pangan Murah di Halaman Batalyon Arhanud Rudal, Jumat (13/9/2024).Program ini bertujuan menyediakan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga terjangkau, guna meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Kepala DKP3 Kota Bontang, Ahmad Aznem, menegaskan pentingnya program ini dalam memperpendek rantai distribusi pangan serta meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok yang sehat dan terjangkau.

“Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini bisa membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar, terutama di masa sulit seperti sekarang,” ujar Aznem.

Sebanyak 60 stand berpartisipasi dalam kegiatan ini, menawarkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, tepung, serta produk olahan lainnya.

Debora Kristiani, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kota Bontang, menyebut bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan distributor dan agen lokal untuk memastikan ketersediaan stok yang cukup.

“Kami sudah menambah stok Beras Bulog SPHP sebanyak 8 ton, serta gula dan minyak masing-masing 2 ton. Harapannya, ini bisa menjadi solusi jangka pendek untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasar,” kata Debora.

IMG 20240913 WA0135
Debora Kristiani, Kepala Bidang Ketahanan Pangan,  Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kota Bontang. (Dok: Expresi.co)

Gerakan ini terbuka untuk seluruh warga, dan masyarakat diimbau memanfaatkan kesempatan ini guna mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih hemat. “Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program ini, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini,” tambah Debora.

Pemkot Bontang Siapkan Gudang Pangan

Selain Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Kota Bontang juga berencana membangun gudang pangan sebagai upaya jangka panjang untuk menjaga ketersediaan stok pangan di kota tersebut. Debora menyebutkan bahwa koordinasi pembangunan gudang pangan telah dilakukan sejak tahun lalu, dengan rencana anggaran dari APBD Murni.

“Bontang bukan daerah penghasil pangan, jadi dengan adanya gudang ini, setidaknya kita bisa memastikan ketersediaan pangan di kota sendiri. Mungkin nantinya bisa didistribusikan ke daerah sekitar seperti Kukar, Kutim, dan Berau,” ujarnya.

Pemkot Bontang telah menyediakan lahan seluas tiga hektare di Bontang Lestari, dekat perumahan Korpri, yang akan menjadi lokasi pembangunan gudang tersebut. Menurut Debora, lokasi ini sudah dinilai layak oleh tim dari dinas terkait serta Bulog.

Pemerintah Kota berharap dengan adanya gudang pangan ini, Bontang bisa lebih mandiri dalam penyediaan pangan dan tidak bergantung sepenuhnya pada Samarinda sebagai pemasok utama.

“Sudah ada peninjauan dan MoU dengan Bulog dan pihak terkait lainnya. Pada 17 September nanti, akan ada penandatanganan MoU untuk mendukung pembangunan gudang ini,” jelasnya. (*)