Expresi.co, BONTANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mendorong optimalisasi aset daerah agar memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi publik.

Salah satu langkah terbaru adalah membuka pemanfaatan videotron milik pemerintah untuk kegiatan komersial.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah (Perda) Kota Bontang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Isinya memperluas ruang pemanfaatan aset pemerintah agar dapat berkontribusi pada pendapatan daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menyampaikan bahwa videotron yang dibangun dengan anggaran pemerintah selama ini berfungsi menyampaikan informasi publik.

Namun kini, fasilitas tersebut bisa digunakan pelaku usaha untuk promosi secara legal dan teratur.

“Ini aset pemerintah yang bisa memberi nilai tambah. Pemanfaatannya dibuka untuk komersial sesuai ketentuan Perda,” jelas Aspiannur beberapa waktu lalu.

Kata dia Pemkot Bontang punya beberapa videotron di titik strategis yang berukuran 3×4, seperti Simpang 4 Loktuan, Tugu Selamat Datang, hingga videotron dua sisi berukuran besar 4×8 meter di depan kantor DPMPTSP Kota Bontang.

Pemanfaatan komersial setiap titik ditetapkan berdasarkan ukuran layar dan nilai ekonomisnya. Artinya, perbedaan ukuran inilah yang membuat tarif sewa tidak sama.

“Videotron ukuran 3×4 tarifnya Rp250 ribu per menit. Kalau yang 4×8 itu tarifnya Rp 350ribu per menit. Itu berlaku per sesi atau per sisi,” tandasnya.

Mekanisme Mudah dan Transparan

Aspiannur menegaskan pemerintah telah menyediakan mekanisme pemesanan yang mudah dan transparan.

Itu tentu saja untuk memastikan penggunaan aset berjalan tertib serta memberikan manfaat optimal.

“Kami ingin aset pemerintah digunakan maksimal, tidak jadi infrastruktur pasif. Ini bisa meningkatkan PAD,” terangnya.

Melalui kebijakan ini, Pemkot Bontang berharap aset-aset daerah dapat memberi dampak ganda: mendukung kebutuhan informasi publik sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku usaha. (Adv)