EXPRESI.co, KUTIM – Penilaian Adipura Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dilaporkan mengalami penurunan signifikan.
Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Kutim menyiapkan langkah strategis, salah satunya dengan merencanakan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di setiap kecamatan.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengakui capaian penilaian terbaru jauh dari standar penghargaan Adipura yang pernah diraih Kutim pada 2014 lalu.
“Jadi sekarang nilainya sudah jauh dari adipura. Di 2014 Kutim pernah mendapatkan. Tapi tahun ini nilainya di bawah,” ungkapnya, di Sangatta, Senin 23 Februari 2026.
Penurunan nilai tersebut merujuk pada perubahan indikator penilaian Adipura yang kini lebih komprehensif. Dalam kriteria terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup, terdapat tiga indikator utama.
Pertama, sistem pengelolaan sampah dengan bobot 50 persen dari total nilai. Kedua, anggaran dan kebijakan daerah sebesar 20 persen. Ketiga, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur pendukung sebesar 30 persen.
Konsep penilaian yang baru ini menitikberatkan pada pengurangan sampah dari sumbernya, penguatan peran masyarakat, serta penerapan sistem pemilahan dan daur ulang yang lebih progresif.
Ardiansyah menyebut, salah satu faktor yang memengaruhi capaian nilai adalah cakupan wilayah penilaian yang tidak lagi terfokus pada ibu kota kabupaten saja.
“Ternyata penilaian bukan hanya di Sangatta saja. Semua kecamatan juga menjadi penilain, jadi harus kami rencanakan dengan baik,” ujarnya.
Sebagai respons, pemerintah daerah merancang pembangunan TPA di setiap kecamatan guna memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Selain itu, Pemkab Kutim juga menjalankan sejumlah program kebersihan seperti Kampung Bersemi dan gerakan Jum’at Bersih di setiap desa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan.
Bupati optimistis, dengan penguatan infrastruktur dan keterlibatan masyarakat, Kutim dapat kembali bersaing dalam penilaian Adipura di masa mendatang.
“Kami akan terus berusaha. Mudah-mudahan penilaian pengelolaan lingkungan Kutim dapat meningkat. Sehingga masyarakat juga dapat merasakan lingkungan yang bersih dan nyaman,” pungkasnya.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan