EXPRESI.co, BONTANG – Tradisi “perpeloncoan” dan kegiatan seremonial kaku di Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di Bontang resmi berakhir! Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang kini mengambil langkah berani dengan mendorong MPLS yang sepenuhnya berlandaskan penghormatan terhadap hak anak.

Perubahan besar ini bertujuan menjadikan MPLS sebagai ajang penguatan karakter murid sejak hari pertama mereka masuk sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin, menegaskan bahwa MPLS harus menjadi pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan, bukan lagi wadah senioritas atau tekanan mental.

“Kami ingin mengakhiri praktik lama yang sudah tidak relevan. MPLS sekarang harus memberikan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan bagi anak. Bukan ajang senioritas, apalagi tekanan mental,” tegas Saparuddin.

Ia menjelaskan bahwa MPLS Ramah ini merupakan langkah nyata untuk membangun fondasi karakter murid. Program ini akan mengenalkan budaya sekolah, nilai-nilai kurikulum, serta membentuk relasi yang sehat antarwarga sekolah.

Perubahan pendekatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam mengimplementasikan pendidikan yang inklusif dan humanis di seluruh satuan pendidikan.

“Anak-anak kita harus merasa dihargai sejak hari pertama mereka masuk sekolah. Inilah semangat MPLS Ramah,” tambah Saparuddin.

Dengan pendekatan baru ini, sekolah diharapkan tidak hanya sekadar memperkenalkan lingkungan belajar, tetapi juga membangun keterhubungan emosional yang positif antara murid dan sekolah.

Ini adalah kabar baik bagi para orang tua dan siswa di Bontang, menjanjikan awal pendidikan yang lebih positif dan memberdayakan. (*/Fn)