EXPRESI.co, BONTANG – Perselisihan tapal batas Sidrap antara Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur yang tak kunjung menemukan titik terang, kini mendapat sorotan tajam dari mantan Wali Kota Bontang, Sofyan Hasdam. Ia secara terbuka mendesak Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, untuk turun tangan langsung memediasi konflik ini.

Andi Sofyan menilai, masalah ini telah “salah penanganan” sejak awal dan kini cenderung menjadi persoalan gengsi.

Andi Sofyan Hasdam, yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Komite I DPD RI, meyakini bahwa campur tangan Gubernur Kaltim adalah kunci utama untuk mencapai “win-win solution.”

Ia optimis, pendekatan persuasif dari orang nomor satu di Kalimantan Timur itu akan membuka jalan keluar bagi kedua daerah yang bersengketa.

“Ini kan keliatannya karena apa, karena terlanjur salah penanganan nya dari awal. Lalu ada keliahatan seolah masalah gengsi atau apa gitu loh. Oleh karena itu oerlu pendekatan oleh pak gubernur paling tepat,” kata Andi Sofyan saat memimpin rombongan Komite I DPD RI dalam kunjungan kerja ke Bontang pada Rabu (9/7/2025).

Meskipun memiliki kapasitas sebagai anggota DPD RI, Andi Sofyan memilih untuk tidak terlibat langsung sebagai mediator. Ia merasa tidak etis dan khawatir akan timbul persepsi negatif mengingat statusnya sebagai suami dari Wali Kota Bontang saat ini, Neni Moerniaeni.

“Saya kira kalau pak gubernur masuk memberi pengertian saya yakin akan memberi solusi. Sebab kalo saya masuk akan nanti mereka akan berfikir, wah ini ikin suaminya wali kota,” ujarnya.

Kabupaten Kutai Timur dikenal sebagai wilayah yang sangat luas, bahkan sedang dalam proses pengajuan pemekaran menjadi tiga kabupaten baru, Kabupaten Sangkulirang dan Kutai Utara.

Data mencatat, Kutai Timur membentang seluas 35.747,50 km persegi, atau setara dengan 17 persen dari total luas Provinsi Kalimantan Timur, dengan 18 kecamatan, 139 desa, dan 2 kelurahan.

Sebaliknya, Kota Bontang jauh lebih kecil, hanya memiliki luas daratan 149,80 km persegi dan luas perairan 347,77 km persegi, sehingga totalnya 497,57 km persegi. (*)