EXPRESI.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengambil sikap realistis terkait pengembangan program Koperasi Merah Putih (KMP). Keterbatasan lahan menjadi faktor utama yang membuat jumlah pembangunan koperasi tersebut diusulkan cukup lima unit saja, meskipun target awal mencakup seluruh kelurahan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 di Kantor DPRD Bontang pada Senin, 30 Maret 2026.
Dalam paparannya, Neni menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bontang tetap mendukung penuh program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, termasuk program Koperasi Merah Putih yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.
Namun demikian, ia mengakui bahwa kondisi geografis dan keterbatasan lahan di Bontang menjadi kendala utama dalam merealisasikan target pembangunan di seluruh 15 kelurahan.
“Kita tidak punya cukup lahan. Saya sudah sampaikan, mungkin cukup lima saja. Kalau dipaksakan di semua kelurahan, tidak memungkinkan,” ujar Neni.
Sudah Ada di 5 Kelurahan
Saat ini, pembangunan Koperasi Merah Putih telah terealisasi di lima kelurahan. Awalnya, program ini dirancang untuk menjangkau seluruh kelurahan di Bontang sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Namun, dengan kondisi lahan yang terbatas, pemerintah daerah memilih untuk mengoptimalkan keberadaan koperasi yang sudah ada agar lebih maksimal dalam memberikan manfaat.
Libatkan Perusahaan untuk Solusi Lahan
Sebagai solusi alternatif, Neni membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di Bontang.
Ia berharap perusahaan-perusahaan tersebut dapat membantu menyediakan lahan untuk pengembangan koperasi.
Beberapa perusahaan yang disebut antara lain:
- PT Indominco Mandiri (IMM)
- PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
- PT Pupuk Kaltimantan Timur (PKT)
- PT Badak NGL
Langkah ini dinilai sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung program nasional sekaligus mengatasi keterbatasan daerah.
Komitmen Dukung Program Nasional
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Pemerintah Kota Bontang tetap menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat.
Sinergi antara pusat dan daerah dinilai penting untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Neni menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pendekatan yang diambil bukan berarti mengurangi dukungan, melainkan menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan agar program tetap berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dengan strategi yang lebih adaptif, diharapkan Koperasi Merah Putih di Bontang tetap mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat meski jumlahnya terbatas. (Sal/adv)

Tinggalkan Balasan