EXPRESI.co – Terjadi kebakaran hebat di Depo pertamina wilayah Plumpung, Jakarta Utara, Jumat (03/03/2023). Kebakaran hebat itu terjadi pada pukul 20.11 WIB.

“Kebakaran terjadi pukul 20.11 WIB,” tulis laporan Command Center DKI Jakarta dikonfirmasi Humas Gulkarmat Mulat Wijayanto.

Diketahui Terminal Bahan Bakar Plumpung itu adalah depo strategis milik pertamina yang menyalurkan 20 persen kebutuhan BBM setiap harinya di Indonesia atau sekitar 25 persen dari total kebutuhan SPBU milik Pertamina.

Berdasarkan dari sejumlah unggahan video di media sosial yang tengah viral nampak kobaran api besar disertai awan hitam dari kebakaran tersebut. Warga pun panik berhamburan saat kebakaran melanda depo Pertamina.

“Objek kebakaran pipa gas,” tulis laporan tersebut.

Kabar kebakaran tersebut juga dilansir dari CNNIndonesia yang mengonfirmasi Kasudin Gulkarmat Jakarta Utara, Rahmat

“Betul. Terjadi kebakaran,” ujar dia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan jumlah warga yang mengungsi akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang, mencapai 579 jiwa. Mereka tersebar di enam titik pengungsian.

“Pengungsi info sementara 579 jiwa,” demikian keterangan BPBD DKI Jakarta, Sabtu (4/3/2023) dini hari.

Sementara, kebakaran itu menyebabkan sedikitnya 17 orang tewas dan 50 orang luka-luka.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran Depo Pertamina Plumpang tersebut.

Sebanyak 35 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan di titik api kebakaran Depo Pertamina Plumpang.

“Kami sedang kerahkan semua unit, 35 menuju lokasi dan 140 personel,” kata petugas pemadam kebakaran.

Kemudian, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta PT Pertamina (Persero) bertindak cepat mengatasi peristiwa kebakaran pipa BBM di Plumpang,

“Saya sudah telepon Dirut Pertamina (Nicke Widyawati). Yang terpenting saat ini bagaimana Pertamina bersama sejumlah pihak segera bisa memadamkan api dan menyelamatkan korban serta warga sekitar,” ujar Erick dalam keterangannya.

Dia kita meminta Pertamina mengusut tuntas peristiwa itu dan berkoordinasi intensif dengan kepolisian dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan tindakan tanggap darurat di sekitar lokasi kejadian.

Dampak dia tegaskan agar dampak peristiwa tersebut harus diminimalisasi, terutama untuk masyarakat sekitar.

“Segera monitor area di sekitar lokasi, segera ambil tindakan evakuasi warga yang berada di dekat lokasi tersebut. Utamakan keselamatan masyarakat dan para pekerja di sana,” kata Erick. (*)