EXPRESI.co, BONTANG – Warga Bontang diminta waspada! Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mencatat jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tembus 102 kasus sejak Januari hingga Juni 2025.

Lonjakan kasus diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang memicu banyaknya genangan air, tempat nyamuk berkembang biak.

“Potensi perindukan nyamuk meningkat seiring hujan deras. Kami imbau warga rutin lakukan 3M Plus,” kata Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Dinkes Bontang, Nur Ilham, Senin (15/7/2025).

Nur Ilham menegaskan pentingnya langkah 3M Plus, yakni:

  • Menguras tempat penampungan air
  • Menutup rapat tempat penyimpanan air
  • Mendaur ulang barang bekas
  • Plus: hindari gigitan nyamuk dan fogging di area rawan

“Konsistensi PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) sangat penting. Jaga lingkungan tetap bersih,” pesannya.

Sebaran Kasus DBD per Kecamatan

Bontang Selatan – 43 Kasus

Wilayah ini mencatat kasus terbanyak. Berikut rinciannya:

Berbas Pantai: 14 kasus

Berbas Tengah: 10 kasus

Tanjung Laut: 7 kasus

Tanjung Laut Indah: 6 kasus

Bontang Lestari: 4 kasus

Santan Timpo: 2 kasus

Bontang Barat – 14 Kasus

Meski lebih rendah, wilayah ini tetap perlu waspada.

Gunung Telihan: 10 kasus

Kanaan: 2 kasus

Belimbing: 2 kasus

Bontang Utara – 45 Kasus (hingga Juli)

Loktuan dan Api-Api menyumbang angka tinggi.

Loktuan: 14 kasus

Api-Api: 12 kasus

Bontang Baru: 8 kasus

Bontang Kuala: 7 kasus

Gunung Elai: 4 kasus

Dengan tren kenaikan kasus, Dinkes mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu jatuh korban.

“DBD bisa fatal jika tak ditangani. Pencegahan jauh lebih penting,” pungkas Nur Ilham. (*)