EXPRESI.CO – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kaharuddin Jafar kembali menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada masyarakat di Kota Bontang.

Kali ini politisi Golkar itu menggelar Sosialisasi Wasbang ke-10, yang berlangsung di Hotel Bintang Sintuk, Kota Bontang, Minggu (10/12/2023).

Dalam sosialisasi tersebut, Kaharudin Jafar didampingi narasumber Ketua Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) se-Indonesia Muhammad Febri KJ dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Loktuan Muhammad Kusnadi.

KJ sapaannya menyampaikan, kegiatan sosialisasi wasbang merupakan tanggung jawab seluruh anggota DPRD Kaltim. Dimana semua Legislator kembali ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk memberikan edukasi ke masyarakatnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi terkait empat konsensus kebangsaan. Antara lain Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD RI) Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Sosialisasi tentang wawasan kebangsaan sangat penting disampaikan kepada masyarakat. Wawasan kebangsaan adalah cara pandang kita terhadap bangsa Indonesia dan tentu saja punya dasar dan punya landasan yakni Pancasila, UUD, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.

Muhammad Febri KJ selaku narasumber yang pertama menyampaikan dalam momentum Pemilu ataupun Pilkada, agar masyarakat lebih cerdas untuk memilih perwakilan rakyat ataupun pemimpin.

Dijelaskan Febri, fungsi legislatif ada 3, yakni pengawasan, legislasi dan penganggaran. Oleh sebab itu, lanjutnya, agar masyarakat memilih calon legislatif yang dapat mengajak mengikuti fungsi-fungsi legislatif.

“Kita harus betul-betul memilih orang yang dekat aspirasi terhadap kita. Atau yang mengajak kita dalam fungsi legislatif, misalnya mengikuti pengawasan anggaran. Karena itulah yang mendekatkan kita kepada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua LPM Loktuan Muhammad Kusnadi selaku narasumber kedua menyampaikan masalah hoax.

Dalam pemaparannya, Kusnadi menjelaskan mengenai bahaya hoax. Saking berbahayanya, kata dia, hoax sudah lama dikeluhkan oleh pemerintah.

“Sebab isu hoax ini, sejak tahun 2018 hingga tahun 2023 itu sudah ada sekitar 11 ribuan lebih isu hoax,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Kusnadi juga membagikan tips bagaimana menghindari hoax dalam kehudupan sehari-hari. Antara lain cermati judul berita, hati-hati unsur provokasi, teliti sumber berita, periksa foto atau video, berfikir kritis serta jangan langsung disebar. (Adv)