EXPRESI.co, BONTANG – Bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memanfaatkan momentum buka puasa bersama Paguyuban Wargi Sunda Bontang (PWSB) sebagai ruang strategis memperkuat kolaborasi sosial untuk Kota Taman.
Menurut Neni, paguyuban daerah seperti PWSB merupakan aset penting yang mampu menjaga harmoni sosial.
Neni melihat nilai-nilai khas masyarakat Sunda yakni ‘silih asah, silih asih, dan silih asuh’ sebagai fondasi yang relevan untuk memperkuat kohesi sosial di kota industri yang heterogen seperti Bontang.
“Nilai-nilai ini bukan hanya identitas budaya, tapi juga energi sosial yang bisa kita dorong untuk memperkuat persatuan,” ucapnya Senin 16 Maret 2026, di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.
Neni juga menerangkan, pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata.
Karenanya, ia mendorong pendekatan kolaboratif, di mana paguyuban, komunitas, dan masyarakat luas menjadi bagian aktif dalam proses pembangunan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat akan menciptakan kekuatan kolektif yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial, sekaligus mempercepat terwujudnya Bontang sebagai kota yang maju dan inklusif.
Memaknai kegiatan berbuka bersama, Neni mrngatakan agenda ini sebagai sarana mempererat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
Ia ingin memastikan bahwa kehadiran pemerintah tidak berjarak, melainkan dekat dan dirasakan langsung oleh warga.
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui penyerahan bantuan sembako kepada anggota PWSB, yang menjadi simbol kepedulian sekaligus penguatan nilai gotong royong di tengah masyarakat.
Baginya, kekompakan komunitas seperti PWSB adalah cerminan kekuatan Bontang sebagai kota yang tumbuh dari keberagaman menuju persatuan. (Sal/adv)

Tinggalkan Balasan