EXPRESI.co, BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT0 menyelenggarakan Gebyar Batik Nusantara sebagai bagian dari perayaan HUT ke-47 perusahaan, sekaligus memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober. Acara yang digelar pada Sabtu (5/10/2024) malam di GOR Pupuk Kaltim itu tidak hanya menjadi panggung memamerkan keindahan batik, tapi juga mendorong perkembangan ekonomi kreatif, khusunya industri batik lokal.

Berbagai motif batik khas daerah yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara ditampilkan dalam acara itu, seperti Batik Atun Cempaka, Batik Sepaku Nusantara, Batik Beras Basah, Batik Kuntul Perak, dan Batik Malahing. Masing-masing motif tak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga mempresentasikan kekayaan budaya lokal yang perlu dijaga dan dibanggakan.

SPV Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Teguh Ismantoro mengatakan batik bukan hanya selembar kain, tetapi simbol identitas bangsa yang kaya dengan nilai filosofis. Melalui Gebyar Batik Nusantara, dia mengajak masyarakat untuk lebih mencintai batik, serta mendukung para pengrajin dan UMKM batik lokal agar terus berkembang.

“Batik bukan hanya kain, tapi juga simbol identitas bangsa yang penuh makna filosofis. Gebyar Batik Nusantara ini adalah wujud nyata PKT dalam mendorong kebanggaan terhadap batik, serta mendukung para pengrajin dan pelaku UMKM batik lokal agar lebih berkembang,” ujar Teguh.

Batik telah berkembang menjadi produk kebanggan Indonesia dengan nilai ekonomi yang tinggi, bahkan telah merambah pasar internasional. Sebagai perusahaan yang peduli terhadap pelestarian budaya, PKT merasa bertanggung jawab mendukung keberlangsungan industri batik. Melalui Gebyar Batik Nusantara, Teguh berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha batik lokal dan memacu inovasi dalam industri batik, khusunya di Kota Bontang.

Selain pameran batik, acara itu juga menghadirkan fashion show dan berbagai perlombaan seperti kompetisi produk batik dan pembuatan video kreatif. Dengan begitu, acara ini diharapkan bisa menjadi platform bagi para pelaku usaha batik lokal untuk menunjukkan kreativitas mereka dan menciptakan peluang usaha baru.

“Kami ingin acara ini tidak hanya merayakan batik sebagai simbol budaya, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para pengrajin untuk berkreasi dan memperluas jangkauan usaha mereka,” jelas Teguh.

Pemerintah Kota Bontang mengapresiasi acara tersebut. Sekretaris Daerah, Aji Erlynawati yang turut hadir mengatakan batik bukan hanya bernilai estetika, tetapi perkembangan industri batik berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Melalui acara ini, kita tidak hanya melestarikan budaya batik, tetapi juga membantu pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku industri batik lokal. Batik adalah simbol identitas dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia,” kata Aji. (*)