EXPRESI.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus mendorong pertumbuhan investasi yang sehat, tertib, dan berkelanjutan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaku usaha melalui Program Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal.
Program ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap pelaku usaha di Bontang tidak hanya mematuhi ketentuan perizinan yang berlaku, tetapi juga mampu merealisasikan kegiatan usahanya secara optimal dan bertanggung jawab.
Program ini terdiri dari sejumlah kegiatan strategis, mulai dari pengawasan berbasis data dan sistem informasi, pelatihan teknis, hingga inspeksi langsung ke lapangan.
DPMPTSP mengembangkan pengolahan data pengawasan berbasis web untuk memantau kepatuhan usaha secara real-time, serta memanfaatkan sistem OSS RBA dalam proses pelaporan dan evaluasi.
Salah satu komponen pentingnya adalah kewajiban pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), yang menjadi instrumen utama dalam menilai perkembangan investasi dan kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi.
Tak hanya itu, DPMPTSP juga secara rutin menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek), workshop, dan forum diskusi interaktif yang memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan tantangan yang mereka hadapi.
Sekaligus menjadi prinsip untuk mendapatkan solusi dan pendampingan dari pemerintah daerah.
Pendekatan ini dilakukan secara inklusif untuk mendorong terciptanya komunikasi dua arah yang konstruktif antara pemerintah dan dunia usaha.
Kepala DPMPTSP, Muhamaad Aspianur, menjelaskan program ini bukan semata-mata bersifat represif, tetapi juga mengedepankan sisi edukatif dan pembinaan.
“Kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pendampingan. Ini adalah bentuk dukungan pemerintah agar para pelaku usaha bisa berjalan selaras dengan regulasi dan tetap berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Program ini diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang lebih tertib, transparan, dan kompetitif, sekaligus memperkuat daya saing Bontang sebagai kota tujuan investasi di kawasan timur Indonesia.
“Pada prinsipnya kami usahkan, Bontang ini sebagai tujuan investasi di kawasan timur Indonesia, apalagi IKN sementara dibagun,” tutupnya. (*/Fn)

Tinggalkan Balasan