EXPRESI.co, BONTANG — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan publik melalui peluncuran inovasi baru yang diberi nama HAI SISKA (High Achievement for Integrity, Skill Improvement, and Spiritual Knowledge Advancement).
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, menjelaskan program HAI SISKA dirancang untuk lebih dari sekadar pengembangan keterampilan teknis. Inovasi ini kata dia, menekankan pentingnya revolusi mental dan spiritual sebagai fondasi untuk menciptakan pegawai yang berintegritas dan profesional.
“Ini adalah langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional, etis, dan produktif,” ungkap Retno.
Revolusi Mental: Pilar Utama HAI SISKA
Revolusi mental menjadi salah satu pilar utama dalam HAI SISKA. Program ini bertujuan untuk mengubah pola pikir dan sikap kerja pegawai di DPK Bontang secara mendasar. Retno menekankan bahwa perubahan ini bukan hanya soal cara berpikir, tetapi juga terkait dengan perilaku dan budaya kerja.
“Melalui HAI SISKA, pegawai didorong untuk meninggalkan kebiasaan lama yang kurang produktif dan menggantinya dengan semangat kerja yang baru. Ini akan menanamkan sikap yang lebih proaktif, inovatif, dan beretika tinggi dalam setiap tugas,” jelasnya.
Capacity Building: Membangun Kompetensi dan Keterampilan
Selain revolusi mental, HAI SISKA juga fokus pada pembangunan kapasitas (capacity building). Program ini mencakup berbagai pelatihan dan workshop yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial pegawai. Tidak hanya itu, pengembangan soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim juga menjadi bagian penting dalam HAI SISKA.
Dengan keterampilan yang lebih baik, diharapkan pegawai dapat menjalankan tugas dengan lebih efektif, efisien, serta mampu beradaptasi dengan perubahan cepat dalam lingkungan kerja.
DPK Award: Apresiasi untuk Pegawai Berprestasi
Untuk memotivasi dan mengapresiasi dedikasi pegawai, HAI SISKA memperkenalkan “DPK Award”. Penghargaan ini diberikan kepada pegawai yang menunjukkan kinerja luar biasa dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya.
“DPK Award bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga bentuk pengakuan atas kerja keras dan komitmen pegawai dalam mendukung tujuan organisasi,” kata Retno.
Penghargaan ini diharapkan dapat memacu semangat pegawai lainnya untuk meningkatkan kinerja mereka, sekaligus menciptakan budaya kerja yang kompetitif dan sehat.
Integrasi yang Cerdas untuk Transformasi Organisasi
Inovasi HAI SISKA mengintegrasikan tiga elemen penting: revolusi mental, capacity building, dan DPK Award. Dengan kombinasi ini, DPK Bontang tidak hanya fokus pada pengembangan individu, tetapi juga pada transformasi organisasi secara keseluruhan.
Retno Febriyanti berharap melalui HAI SISKA, DPK Bontang akan menjadi institusi yang lebih tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan, sambil terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Menuju Reformasi Birokrasi yang Lebih Baik
Dengan peluncuran HAI SISKA, DPK Bontang berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional, etis, dan produktif. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi instansi pemerintah lainnya dalam memperkuat reformasi birokrasi di Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan