EXPRESI.co, KUTAI KARTANEGARA – Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap berkomitmen memfasilitasi dan menjaga keberlangsungan olahraga tradisional di berbagai wilayah di Kukar.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, mengatakan dukungan yang diberikan memang tidak bisa sepenuhnya maksimal, namun pihaknya berusaha tetap hadir untuk menjaga semangat pelestarian olahraga tradisional.

“Kita bantu sesuai kemampuan, misalnya dengan menyediakan hadiah dan piala bagi para peserta,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan di Desa Sungai Bawang belum lama ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa olahraga tradisional masih hidup dan dicintai masyarakat.

Acara tersebut digelar bersamaan dengan upacara adat Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, yang menggabungkan unsur budaya dan olahraga tradisional.

“Bagi kami, kegiatan adat yang mengandung nilai olahraga tradisional sangat penting untuk terus dilestarikan,” tegas Aji Ari.

Menurutnya, olahraga tradisional bukan hanya hiburan rakyat, tetapi juga sarana memperkuat karakter dan kebersamaan warga. Ia mencontohkan permainan seperti belogo, egrang, dan tarik tambang yang selalu menghadirkan nilai sportivitas dan gotong royong.

“Olahraga tradisional itu mencerminkan nilai-nilai sosial kita. Jadi meskipun kecil skalanya, dampaknya besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain melestarikan budaya, kegiatan semacam ini juga memiliki potensi menjadi daya tarik wisata budaya di Kukar. Dispora Kukar berharap kegiatan berbasis olahraga tradisional dapat dikembangkan menjadi agenda rutin daerah.

“Event seperti ini bisa menjadi magnet wisata yang memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas. Harapannya, kegiatan ini bisa masuk dalam agenda tahunan daerah,” pungkas Aji Ari. (Adv)