EXPRESI.co, BONTANG – Kabar gembira bagi para siswa dan orang tua di Kota Bontang. Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan menyalurkan perlengkapan sekolah gratis bagi seluruh siswa SD dan SMP pada tahun ajaran 2025.

Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp11,5 miliar, dan direncanakan akan mulai direalisasikan setelah proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) selesai.

Program ini menjadi bentuk nyata komitmen Wali Kota Neni Moernaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris dalam meringankan beban pendidikan masyarakat, sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan di Bontang.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, menjelaskan bahwa bantuan perlengkapan ini akan menyasar seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SD, serta kelas 7 hingga kelas 9 SMP.

“Kami sudah siapkan anggaran sesuai arahan dari kepala daerah. Ini untuk memenuhi kebutuhan siswa baru dan lanjutan di seluruh sekolah dasar dan menengah,” jelasnya, Senin (28/4/2025).

Dari total anggaran, Rp7,7 miliar dialokasikan untuk sekitar 20 ribu siswa SD, sementara sisanya, Rp3,8 miliar untuk sekitar 900 siswa SMP.

Namun, hingga kini desain akhir perlengkapan seperti tas sekolah masih menunggu arahan resmi dari kepala daerah, termasuk soal warna dan tulisan yang akan tertera.

Disdikbud juga menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga bagi pelaku usaha lokal. Dalam skema pengadaannya, penyedia barang akan diwajibkan bekerja sama dengan penjahit lokal.

“Untuk seragam sekolah, penyedia akan melibatkan penjahit lokal. Ini sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Bontang,” tegas Saparuddin.

Ia menambahkan, setelah PPDB rampung, penjahit akan langsung diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk melakukan pengukuran seragam secara langsung. Setiap sekolah akan diberdayakan minimal satu penjahit lokal.

“Ini bagian dari komitmen Pemkot Bontang untuk melibatkan pelaku usaha lokal secara langsung. Kami ingin program ini tidak hanya menyasar pendidikan, tapi juga berdampak bagi ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*/Fn)