EXPRESI.co, BONTANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bontang mengambil langkah strategis dalam menghadapi era digitalisasi pendidikan. Bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Disdik Bontang akan menerapkan sistem ujian digital untuk jenjang SD dan SMP.
Upaya ini dilakukan guna memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan ujian tanpa gangguan teknis, khususnya terkait stabilitas server.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Bontang, Saparuddin, menegaskan bahwa pihaknya tak ingin mengambil risiko dengan membangun server sendiri. Sebaliknya, Disdik memilih memanfaatkan infrastruktur digital milik pemerintah pusat yang dinilai jauh lebih andal dan efisien.
“Kementerian punya server yang sangat besar. Ada fasilitas Ruang Belajar untuk siswa dan juga Ruang Belajar PMM (Platform Merdeka Mengajar). Itu yang akan kita manfaatkan, daripada harus bangun server sendiri,” ujar Saparuddin, Senin (5/5/2025) lalu.
Langkah ini juga disebut sebagai solusi efisien dari segi anggaran. Menurutnya, pengembangan aplikasi ujian digital secara mandiri memerlukan biaya yang tidak sedikit.
“Biayanya bisa miliaran rupiah. Lebih bijak jika kita memanfaatkan platform yang sudah disediakan negara, apalagi konten pembelajarannya juga sudah lengkap dari kementerian,” tambahnya.
Melalui kerja sama ini, materi pelajaran dan soal-soal ujian akan langsung terhubung dari pusat ke tablet milik siswa. Perangkat tersebut merupakan bagian dari program pengadaan 3.000 tablet oleh Pemerintah Kota Bontang untuk seluruh siswa SD dan SMP.
“Aplikasi pembelajaran dan ujian sudah terintegrasi, menyesuaikan dengan kurikulum lokal, dan langsung terkoneksi ke perangkat siswa,” jelasnya.
Dengan dukungan infrastruktur digital dari Kemendikbud, Disdik Bontang optimistis sistem pembelajaran dan ujian berbasis digital ini dapat berjalan lancar, efisien, dan transparan.
“Harapannya, semua bisa berjalan tanpa kendala berarti ke depannya,” tutup Saparuddin. (*/Fn)

Tinggalkan Balasan