EXPRESI.co, BONTANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menegaskan bahwa keberhasilan program jam malam pelajar tidak bisa dibebankan hanya pada satu instansi.

Disdik mengajak seluruh stakeholder, mulai dari kelurahan, sekolah, orang tua, hingga komunitas masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan membina generasi muda.

“Jam malam ini bukan hanya kerjaan Disdik. Ini adalah kerja bersama. Kita ingin menyelamatkan anak bangsa,” ujar Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin. Ia menyebut, upaya ini juga akan didukung dengan program bimbingan belajar (bimbel) gratis yang akan melibatkan masing-masing kelurahan, sebagai bentuk sinergi lintas sektor.

Untuk mendukung kelancaran penerapan program “Wajar 19-21”, Disdikbud telah menyusun beberapa langkah strategis. Pertama, melakukan sosialisasi secara luas kepada satuan pendidikan dan orang tua, agar semua pihak memahami dan mendukung program ini.

Kedua, menggandeng Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) guna memberikan pendampingan psikologis bagi anak-anak yang terjaring selama jam malam, agar pendekatan yang dilakukan tetap humanis.

Ketiga, bagi siswa yang terjaring, akan diberlakukan sanksi edukatif dan pemberitahuan resmi kepada orang tua. Jika pelanggaran dilakukan hingga tiga kali, maka kepala sekolah dari siswa yang bersangkutan juga akan dikenai sanksi sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Terakhir, sanksi yang diberikan kepada siswa akan tetap bernuansa pendidikan, agar menjadi pembelajaran dan motivasi untuk berubah.

Disdik berharap, melalui kerja sama yang kuat dari seluruh elemen masyarakat, program ini dapat menjadi gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan positif bagi pelajar di Kota Bontang. (*/Fn)