EXPRESI.co – Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur, Kalimantan Timur inspeksi mendadak ke lokasi tambang koridor pada Kamis (3/10/2022).

Ketua PAC Pemuda Pancasila Teluk Pandan Andi Ansong mengatakan, tindakan ini dilakukan berdasarkan laporan dari warga sekitar yang mengeluhkan kegiatan tambang batu bara yang diduga ilegal itu.

“Beberapa laporan warga yang menganggap kegiatan tersebut sangat bising dikarenakan alat berat persis dibelakang rumah beroperasi,” katanya.

Selain bisingnya alat berat yang lalu lalang, Andi Ansong juga menyampaikan, warga juga melaporkan terkait perselisihan sengketa lahan yang hampir menimbulkan korban jiwa. Serta adanya istilah “comdev” yang dikelolah oleh koperasi dan forum yang mendapat fee dari kegiatan ilegal mining namun hasilnya juga sebagian warga yang terdampak tidak menerima manfaat tersebut.

“Dari beberapa persoalan tersebut kami (PAC PP Teluk Pandan) turun kelokasi akan menemui para pelaku ilegal mining untuk menyampaikan agar hentikan kegiatan ilegal mining ini agar konflik sosial tidak terjadi. Namun satupun tidak kami temui, kondisi lokasi tidak ada orang, ” jelas Andi Ansong.

Dia mengaku, warga tidak menginginkan di daerah tempat tinggal mereka terjadi konflik yang disebabkan kegiatan tambang ilegal.

“Dari semula harapan warga adanya kegiatan tambang ilegal ini dapat membantu untuk penghasilan tambahan warga namun faktanya malah tidak sesuai harapan,” bebernya.

Untuk itu, kata Andi Ansong, PAC PP Teluk Pandan akan melakukan tindakan tegas dan akan segera membuat laporan kepihak yang berwajib jika tambang ilegal ini tetap beroperasi.

“Kalau mau nambang silahkan urus ijin sesuai perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. (*)