EXPRESI.co, BONTANG – Pembangunan karakter dan akhlak akan menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) yang baru, Abdul Safa Muha. Penegasan ini disampaikan dalam pidato perdananya di Auditorium Taman 3D, Selasa (23/9/225) lalu.
Safa menegaskan, di tengah pesatnya modernisasi, nilai-nilai adab dan akhlak tidak boleh ditinggalkan. “Kita akan membangun di sekolah itu yang namanya adab dan akhlak. Jangan sampai hal ini ditinggalkan karena ini persoalan kemanusiaan,” ujarnya.
Menurutnya, mengajarkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik adalah hal yang relatif mudah. Namun, membentuk karakter di lingkungan sekolah, baik bagi guru maupun murid, adalah proses jangka panjang yang memerlukan komitmen kuat.
Dalam pandangannya, pendidikan harus menjadi ruang inklusif tanpa sekat. “Di dunia pendidikan ini tidak boleh ada pembagian kasta atau ras yang terbedakan, karena semua masyarakat itu sama di mata pendidikan,” tegasnya.
Untuk mewujudkan visi ini, Safa tidak hanya akan fokus pada sekolah, tetapi juga memulai dari lingkungan internal dinasnya. Ia menekankan bahwa semangat yang sama harus dimiliki seluruh jajaran Dindikbud agar pembangunan akhlak bisa terealisasi.
“Makanya akan diadakan rapat internal, saya mau melihat potret teman-teman dulu. Jangan sampai semangat itu tidak didukung, kan ini menjadi masalah juga,” pungkasnya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa fondasi moral dan etika sudah kokoh di dalam dinas sebelum diterapkan di seluruh lembaga pendidikan di Bontang. (Labib)

Tinggalkan Balasan