EXPRESI.co, SAMARINDA – Dua bulan sejak insiden penabrakan Jembatan Mahakam I oleh ponton bermuatan kayu milik PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra (PMTS) pada 16 Februari 2025, kondisi fender pelindung pilar yang rusak belum juga diperbaiki. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat pengguna jembatan yang vital bagi konektivitas Samarinda.

Menindaklanjuti keterlambatan tersebut, Komisi II DPRD Kalimantan Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Rabu (16/4/2025), menghadirkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Dinas PUPR-Pera Kaltim, KSOP Kelas I Samarinda, serta Pelindo Samarinda.

Ketua Komisi II, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan pentingnya kejelasan jadwal pembangunan ulang fender. “Tanpa fender, masyarakat merasa waswas. Kami butuh kepastian waktu pemasangan kembali pelindung pilar jembatan ini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan risiko keselamatan yang bisa terjadi sewaktu-waktu, merujuk pada tragedi runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara pada 2011 lalu sebagai pelajaran berharga.  BBPJN Kaltim menyampaikan bahwa pemasangan fender membutuhkan kajian teknis mendalam. Struktur tanah keras baru ditemukan pada kedalaman 50 meter, jauh dari kedalaman sungai saat ini yang hanya 22 meter.

Kajian ini diperkirakan rampung Juni 2025.  Adapun pembangunan ulang fender dijadwalkan selesai akhir tahun ini dengan estimasi anggaran sekitar Rp 35 miliar. PMTS tetap bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pembangunan, sesuai komitmen dalam RDP sebelumnya.

Selama masa tunggu, KSOP Samarinda memastikan adanya penambahan dua kapal tunda guna mengatur lalu lintas kapal di bawah jembatan, untuk menjaga keselamatan.  Dinas PUPR-Pera Kaltim menambahkan, secara teknis pilar ketiga jembatan mampu menahan benturan hingga 3.800 kN dalam kondisi normal.

Namun, saat arus kuat seperti banjir, daya tahan tersebut bisa menurun drastis. Oleh karena itu, kapal-kapal diimbau melaju tidak lebih dari 0,5 knot agar pilar tetap aman.

Sabaruddin menyimpulkan bahwa meskipun pembangunan memerlukan waktu, seluruh pihak telah menunjukkan komitmen untuk menyelesaikannya. “Sudah ada kepastian soal waktu. Sekarang tinggal kita kawal bersama agar prosesnya tepat waktu dan sesuai spesifikasi,” pungkasnya. (*/IA)