EXPRESI.co, SAMARINDA – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap 2 Mei, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Darlis Pattalongi, mengajak generasi muda untuk memanfaatkan secara maksimal program beasiswa Gratis Pol yang telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim.

Darlis menilai bahwa program ini menjadi salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan jumlah lulusan sarjana di Kalimantan Timur, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi bagi lebih banyak masyarakat.

“Kita harapkan program Gratis Pol ini benar-benar dimanfaatkan oleh warga Kaltim. Ini bisa menjadi alat utama untuk menaikkan angka lulusan sarjana di daerah kita,” ujarnya.

Menurut Darlis, dengan adanya fasilitas pembiayaan dari pemerintah, tidak seharusnya ada lulusan SMA yang berhenti melanjutkan pendidikan hanya karena alasan biaya. Ia memang mengakui bahwa lulusan SMK kerap langsung terserap ke dunia kerja karena kebutuhan tenaga kerja menengah. Namun, untuk lulusan SMA, lanjutnya, sebisa mungkin harus didorong agar melanjutkan pendidikan ke jenjang S1.

“Untuk pendidikan vokasi seperti SMK memang dibutuhkan langsung oleh pasar kerja. Tapi kalau lulusan SMA, idealnya mereka lanjut kuliah. Dengan beasiswa ini, tidak ada alasan lagi untuk tidak kuliah,” jelasnya.

Darlis menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia mengajak para pelajar untuk menjadikan beasiswa ini sebagai motivasi utama dalam meraih pendidikan tinggi yang berkualitas.

“Fasilitas ini harus digunakan sebaik mungkin. Pilih universitas terbaik, ambil jurusan yang relevan dan dibutuhkan untuk membangun Kalimantan Timur,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia mengatakan bahwa alasan keterbatasan ekonomi seharusnya tidak lagi menjadi penghalang dalam menempuh pendidikan tinggi. Semua pembiayaan telah dipersiapkan pemerintah melalui program Gratis Pol, tinggal bagaimana para lulusan SMA memanfaatkannya dengan bijak.

“Kalau sekarang masih ada yang tidak kuliah setelah lulus SMA, apalagi yang baru fresh graduate, maka itu bukan karena tidak ada biaya. Tapi karena tidak memanfaatkan peluang yang ada. Jadi tanggung jawabnya ada pada pribadi masing-masing,” tegasnya.

Melalui ajakan ini, Darlis berharap ke depan semakin banyak pemuda-pemudi Kaltim yang menempuh pendidikan tinggi dan berkontribusi membangun daerah dengan kompetensi yang mereka miliki. (*/IA)