EXPRESI.co, BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mewanti-wanti potensi banjir dan longsor yang diperkirakan terjadi sepanjang September hingga Desember 2025. Peringatan ini menyusul cuaca ekstrem yang belakangan melanda sejumlah wilayah.

Ketua BPBD Bontang, Usman, mengatakan pihaknya telah mengkaji data cuaca sejak Maret lalu dari BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), hingga Badan Geologi Kementerian ESDM.

“Kami pelajari data dari BMKG dan lembaga terkait sejak Maret,” ungkap Usman, Sabtu, 27 September 2025.

Usman mengatakan bencana banjir dan longsor yang terjadi baru-baru ini telah diprediksi BPBD sejak awal.

Selain mayarakat, kata Usman, perusahaan juga perlu berperan dalam mengantisipasi bencana. Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk melakukan manajemen mitigasi resiko di kawasan industri.

“Perusahaan juga punya tanggung jawab dalam manajemen risiko bencana,” ucapnya.

Tercatat sepanjang bulan September sampai kini telah terjadi banjir pada enam titik kelurahan, satu kali longsor, dan badai angin kencang menyebabkan empat rumah dan satu fasilitas umum rusak.

Kepala BPBD kota bontang itu mengharapkan ketelibatan seluruh elemen masyarakat mulai dari kecamatan sampai rumpun RT/RW dalam mitigai bencana.

“Kita sama-sama, kami tidak bisa bekerja sendiri, butuh gotong royong,” harapnya.

Diketahui sebelumnya, BPBD telah merilis himbauan kesiapsiagaan mayarakat menghadapi potensi bencana. Beberapa langkah disarankan diantaranya; membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing, dan memantau titik rawan banjir dan longsor,

Selain itu, BPBD menyarankan masyarakat menyiapkan tas siaga berisi dokumen dan barang penting, mengawasi potensi karhutla di sekitar pemukiman dan meningkatkan koordinasi antar OPD, relawan, dan masyarakat. (Labib)