EXPRESI.co, BONTANG – Momentum Ramadan dimanfaatkan Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Kota Bontang untuk memperkuat identitas budaya sekaligus merawat persatuan di tengah keberagaman kota.

KKMSB, menggelar buka puasa bersama di rumah jabatan Wakil Wali Kota Bontang, Rabu 11 Maret 2026, kemarin.

Wakil Wali Kota Bontang yang juga Ketua KKMSB, Agus Haris mengatakan kegiatan ini berlangsung sederhana namun penuh kehangatan itu bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang konsolidasi sosial bagi warga perantau asal Mandar yang telah lama menjadi bagian dari masyarakat Bontang.

Agus Haris menegaskan akan pentingnya menjaga keseimbangan antara mempertahankan budaya asal dan beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal.

“Budaya yang baik dari kampung halaman kita bawa dan terapkan. Namun di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujarnya.

Kata Wakil Wali Kota itu, keberadaan komunitas perantau seperti Mandar tidak hanya memperkaya keberagaman, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia mengingatkan bahwa peran para pendahulu menjadi fondasi kuat bagi generasi saat ini.

“Karena jasa para pendahulu itulah, hari ini kita bisa berdiri dan berkontribusi di kota ini,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa keberagaman di Bontang harus dilihat sebagai kekuatan sosial.

Ibaratnya, kata Agus Haris, perbedaan sebagai taman dengan beragam bunga yang justru memperindah kehidupan bersama.

Hal ini juga senada dengan nilai kebersamaan yang dipegang KKMSB menjadi penting untuk terus dirawat. Semboyan “Millete diatonganan, meppelingutti diassamaturuan” disebut sebagai refleksi semangat persatuan dan saling menguatkan di tanah rantau.

Kegiatan yang dihadiri para tokoh dan sesepuh Mandar di Kota Bontang ini, Agus Haris juga membuka ruang dan meminta kritik dan masukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kepemimpinannya. (Sal/adv)