EXPRESI.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang benar-benar tancap gas dalam menggenjot pertumbuhan investasi di daerahnya. Lewat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkot Bontang telah merancang 18 jenis peluang usaha yang siap digarap investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Yang menarik, peluang usaha ini tak hanya sekadar wacana. Pemkot Bontang bahkan sudah menyediakan lahan seluas 1.102 hektare untuk mendukung realisasi proyek-proyek investasi tersebut.
“Kami sudah menyiapkan berbagai potensi yang bisa dimanfaatkan investor, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA),” kata Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspianur.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bontang untuk menjadi kota yang ramah terhadap investor. Menurut Aspianur, Bontang punya potensi besar di berbagai sektor, namun selama ini belum tergarap maksimal karena keterbatasan promosi dan akses ke calon investor.
“Melalui skema ini, kami ingin memudahkan investor menemukan peluang yang konkret. Tidak sekadar janji, tapi kami sudah siapkan lahannya, datanya, dan dukungan dari pemerintah,” ucapnya.
Lantas, peluang usaha apa saja yang ditawarkan oleh Pemkot Bontang?
Aspianur menyebutkan ada 18 jenis usaha potensial, mayoritas berkaitan dengan pengolahan hasil alam, industri manufaktur, logistik, dan infrastruktur. Berikut daftar lengkapnya:
- Pergudangan
- Pelabuhan
- Pabrik pengolahan limbah
- Pabrik pengolahan garam
- Pabrik penyulingan air laut
- Pabrik pengalengan ikan
- Pengolahan rumput laut
- Pabrik Isotank
- Pabrik pemrosesan biodiesel
- Pabrik gliserin
- Pabrik sabun dan detergen
- Pabrik kaca
- Pabrik baking soda
- Budidaya jeruk
- Pabrik pengolahan karet
- Pasar
- Terminal
- Sentra logistik terpadu
“Semua peluang ini kami susun berdasarkan potensi geografis dan kekuatan ekonomi Bontang. Kota ini punya laut, pelabuhan, serta akses ke bahan baku industri yang sangat besar,” ungkap Aspianur.
Beberapa sektor seperti pengolahan rumput laut, pengalengan ikan, dan penyulingan air laut dinilai sangat prospektif mengingat Bontang merupakan kota pesisir yang kaya sumber daya laut.
Tak hanya menyiapkan peluang, DPMPTSP Bontang juga aktif mempromosikan potensi tersebut ke level nasional dan internasional. Salah satunya lewat partisipasi dalam berbagai forum investasi global dan media promosi digital.
“Kami ingin peluang ini tidak hanya diketahui di level lokal, tapi juga sampai ke investor mancanegara. Sekarang zaman serba digital, jadi kami juga gencar di media sosial dan forum online,” jelasnya.
Menurutnya, promosi ini menjadi salah satu kunci utama untuk mendorong realisasi target investasi Bontang tahun 2025 yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Kalau investor tahu potensi kita, mereka pasti datang. Tugas kami adalah memastikan semua informasi dan fasilitas sudah siap,” tambahnya.
Selain fokus menarik investor baru, DPMPTSP Bontang juga aktif melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha lama agar tetap tertib dan patuh terhadap aturan, terutama dalam hal pelaporan kegiatan penanaman modal (LKPM).
“Kami berikan edukasi rutin kepada pelaku usaha, termasuk bimbingan teknis soal pelaporan LKPM. Banyak yang masih bingung, jadi tim kami turun langsung bantu,” katanya.
Bagi pelaku usaha yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), laporan LKPM menjadi hal wajib yang harus dilakukan secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan bahwa aktivitas usaha tetap terpantau dan sesuai regulasi.
DPMPTSP bahkan menyediakan tim pendamping untuk mendatangi pelaku usaha secara langsung, baik di lokasi usaha maupun dengan mengundang ke kantor, jika dibutuhkan.
Dengan strategi menyeluruh, mulai dari penyediaan peluang usaha, dukungan lahan, promosi, hingga pendampingan administrasi, Pemkot Bontang optimistis bisa menjadikan kota ini sebagai salah satu tujuan investasi unggulan di Kalimantan Timur.
“Yang penting investor nyaman dulu. Kami bantu sampai tuntas. Dari izin, pengawalan usaha, sampai pengembangan,” tutup Aspianur. (*/Fn)

Tinggalkan Balasan