Bentrok Antar Pekerja Lokal dan Asal China di Morowali, Dipicuh Pemukulan oleh Pekerja Asing

EXPRESI.co – Bentrok antara tenaga kerja lokal melawan tenaga kerja asing asal China di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pecah tak terhindarkan.

Bentrok antar tenaga kerja lokal dan asing yang terjadi di area PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) menewaskan 2 orang pekerja.

2 pekerja yang tewas yakni 1 pekerja lokal dan 1 pekerja asing asal China. Dalam bentpk itu, Mess karyawan berikut 9 unit kendaraan milik perusahaan juga dibakar oleh massa.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, bentrokan yang melibatkan 2 kelompok. Yakni, tenaga kerja lokal dan tenaga kerja asing asal China ini, diawali dengan adanya unjuk rasa dari serikat buruh. Para pendemo melakukan unjuk rasa pada Jumat, 13 Januari 2023, sekitar Pukul 06.00 di Pos 4 dan Pos 5 PT GNI.

Massa pekerja membawa 8 tuntutan dan meminta perusahaan mengakomodir tuntutan tersebut. Namun, dari 8 tuntutan, hanya ada 7 tuntutan yang disetujui oleh perusahaan.

Tak puas dengan jawaban perusahaan, keesokan harinya, Sabtu, 14 Januari 2023, 500 massa pekerja mau masuk ke Pos 4 PT GNI.

Karena akses mereka dihalangi oleh petugas keamanan, ratusan massa pekerja ini melakukan penyerangan dan merusak jalan masuk di Pos 4 PT GNI.

“Jalan mereka dihalangi, diduga inilah yang menjadi pemicu kerusuhan. Mulai bentrok yang menyebabkan 2 pekerja meninggal dan aksi bakar fasilitas seperti mess karyawan, sejumlah mobil,” jelasnya.

Atas kejadian itu, polisi mengamankan 69 pekerja untuk dimintai keterangan. 69 pekerja tambang PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) ini diamankan pada Sabtu, 14 Januari 2023, malam.

“Sebanyak 69 orang sudah kita amankan,” lanjutnya.

Sementara, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab dari peristiwa tersebut.

“Ini akumulasi. Artinya mulai dari kecil tiba-tiba menjadi besar, sampai ada korban dua meninggal dunia. Kita sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggal dunia dari TKI, siapa yang meninggal dunia dari TKA, dan kenapa meninggal dunia,” kata Irjen Pol Rudy Sufahriadi di Mapolres Morowali Utara mengutip VOA.

Setidaknya 2 Orang Tewas akibat Bentrok Pekerja Lokal dan TKA China di Morowali

Ia menegaskan pihaknya telah melakukan peninjauan lokasi dan melakukan pertemuan dengan berbagai pihak termasuk PT GNI untuk memastikan peristiwa itu tidak akan berulang

Pemukulan Pekerja Lokal

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT GNI Morowali Utara, Amirullah, menduga bentrokan itu dipicu oleh pemukulan terhadap enam pekerja lokal dalam aksi demonstrasi mogok kerja pada Sabtu (14/1/2023) siang.

“Karena mungkin dia tidak terima bahwasanya teman-teman yang dipukul orang Indonesia, teman-teman kerjanya, sehingga dia balas,” kata Amirullah, saat dihubungi VOA secara terpisah.

Dalam aksi unjuk rasa mogok kerja itu, para buruh menyampaikan delapan tuntutan di antaranya penerapan prosedur Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3), pemberian alat pelindung diri (APD) kepada pekerja, penghentian pemotongan upah yang tidak jelas, serta mempekerjakan kembali anggota Serikat Pekerja Nasional (SPN) yang diberhentikan karena pernah melakukan mogok kerja.

Sementara itu, pihak PT GNI dalam siaran persnya menyatakan sangat prihatin atas peristiwa demonstrasi yang berakhir ricuh tersebut. Peristiwa tersebut akan berdampak tidak hanya bagi perusahaan, tteapi juga bagi masyarakat sekitar.

“Perusahaan bersama-sama dengan aparat penegak hukum langsung melakukan investigasi yang mendalam dan mengusut tuntas seluruh kejadian yang menimbulkan kerugian bagi semua pihak, baik kerugian materiel, material, hingga jatuhnya korban jiwa,” tulis PT GNI di website perusahaan itu, Senin (16/1/2023). (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest Articles