EXPRESI.co, Penajam Paser Utara – Dalam waktu sembilan bulan sejak memimpin, Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, telah memberikan banyak capaian yang dirasakan oleh masyarakat. Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu, Mudyat langsung bekerja keras untuk meningkatkan pelayanan publik, membangun infrastruktur, serta memperkuat ekonomi rakyat.
Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten PPU melakukan revitalisasi satuan pendidikan, serta memberikan seragam dan perlengkapan gratis melalui program Kartu Penajam Cerdas.
Tujuannya adalah untuk meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan. Program ini juga ditambah dengan kegiatan membaca Al-Qur’an di sekolah.
Dalam urusan tata kelola pemerintahan, Mudyat memberikan perhatian khusus pada pengelolaan aset daerah agar lebih transparan dan efisien. Hal ini adalah bagian dari reformasi birokrasi yang bertujuan meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi kerja.
Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama. Beberapa proyek besar tengah diupayakan, seperti Jembatan Riko, Bendung Gerak Sungai Telake, Bendung Lawe-Lawe, serta pelebaran jalan provinsi dan Jalan Silkar. Di bidang lingkungan, pemerintah daerah juga sedang membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di Buluminung untuk menangani masalah sampah di daerah tersebut.
Di bidang ekonomi dan kesejahteraan, Mudyat mendorong pengembangan pertanian kelapa sawit nasional, peningkatan saluran irigasi di area Babulu, serta meningkatkan ketahanan pangan melalui gerakan konsumsi beras lokal.
Untuk mendukung petani dan nelayan, pemerintah menerbitkan program Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa Merah Putih.
Mudyat juga memberikan perhatian pada kelompok yang kurang mendapat perhatian, seperti melalui program penanganan rumah tidak layak huni dan penyediaan rumah subsidi yang harga murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam berbagai kesempatan, Mudyat menegaskan bahwa kendala anggaran bukan alasan untuk menghentikan pembangunan.
“Efisiensi bukan alasan untuk berhenti membangun daerah. Justru ini ujian sejauh mana kita bisa berinovasi di daerah demi rakyat,” katanya.
Dengan berbagai capaian tersebut, sembilan bulan masa kepemimpinan Mudyat dinilai sebagai fondasi awal PPU untuk terus berkembang sebagai daerah penyangga strategis Ibu Kota Nusantara yang maju, berdaya saing, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan