EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menyampaikan sebagian usulan program multiyears (MY) yang diajukan dalam pembahasan sebelumnya terpaksa ditunda dan baru akan dilanjutkan pada tahap kedua. Keputusan ini diambil karena sejumlah kegiatan belum memiliki dokumen studi kelayakan yang lengkap.
Jimmi menjelaskan, proses finalisasi dilakukan untuk memastikan seluruh usulan yang diajukan memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.
“Kegiatan MY itu harus ada perencanaannya dulu. Nah, perencanaannya yang belum selesai, jadi digeser ke tahap kedua,” ujar Jimmi.
Dari total sekitar 32 usulan yang masuk, hanya sekitar separuh yang telah diakomodasi pada tahap pertama. Meski tidak merinci angka pastinya, Jimmi menyebut jumlahnya berada di kisaran 16 kegiatan. Seluruh usulan tersebut merupakan proyek infrastruktur yang tersebar merata di berbagai wilayah Kabupaten Kutim.
Menurutnya, tidak ada daerah tertentu yang dominasinya tinggi dalam penundaan. “Merata semua. Itu tergantung studi kelayakan yang belum siap. Usulan DPR kan juga baru masuk kemarin,” katanya.
Tahap kedua program multiyears dijadwalkan mulai dibahas pada 2027, dengan pelaksanaan yang direncanakan pada tahun anggaran 2028 hingga 2029. Seluruh usulan yang belum lolos pada tahap pertama akan dipertimbangkan kembali setelah kelengkapan dokumen, terutama feasibility study (FS), diselesaikan.
Terkait proyeksi anggaran, Jimmi menyebut adanya penyesuaian dari rencana awal sebesar Rp1,2 triliun. Anggaran diperkirakan turun karena beberapa kegiatan mengalami pemangkasan durasi kontrak. Salah satunya proyek pembangunan pelabuhan, yang semula dirancang untuk tiga tahun, dipadatkan menjadi dua tahun sehingga nilai anggaran ikut menurun.
Ia menegaskan, penundaan beberapa proyek bukan karena tidak layak dibangun, melainkan karena dokumen kelayakan belum tuntas.
“Layak atau tidaknya itu tergantung lokasi. Misalnya masih harus ada pembebasan lahan. Kalau masalah dengan masyarakat belum selesai, ya belum layak. Jadi tunggu itu beres dulu,” jelasnya. (advertorial)


Tinggalkan Balasan