EXPRESI.co, PANGKEP – Sejumlah pengendara bermotor mengeluhkan kebijakan SPBU Pangkalan, Desa Gentung, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, diduga lebih mengutamakan pengisian bahan bakar untuk antrean jerigen dibandingkan dengan kendaraan bermotor.
Situasi ini membuat para pengendara harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar.
Salah satu pengendara yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kondisi tersebut.
“Kami, para pengendara, dipaksa menunggu lama karena antrean jerigen diprioritaskan. Ini sangat merugikan kami yang seharusnya dilayani lebih cepat,” ujarnya, Minggu (15/9/2024).
Menurutnya, pada hari Minggu itu, antrean jerigen didominasi oleh warga sekitar yang membawa jerigen, sementara pengendara motor dan mobil harus rela menunggu lebih lama. Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan pengguna kendaraan, yang merasa hak untuk mendapatkan pelayanan yang adil tidak terpenuhi.
Beberapa pengendara berharap pihak SPBU bisa menata ulang sistem antrean agar lebih adil. “Kami berharap antrean untuk kendaraan pribadi dan jerigen dipisahkan atau setidaknya ada aturan yang jelas agar tidak ada yang dirugikan,” tambah pengendara lainnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ari, staf pengawas SPBU Pangkalan Gentung, menjelaskan antrian panjang terjadi karena adanya masalah teknis pada mesin. “Sistem mesin lambat sehingga terjadi keterlambatan dalam pengisian,” jelas Ari.
Selain itu, Ari juga mengungkapkan, pengisian BBM jenis solar memang diprioritaskan untuk subsidi masyarakat dan para penambang, berdasarkan surat edaran dari pemerintah setempat. “Setiap bulan, subsidi ini disalurkan sebanyak 2.000 liter per penerima,” tambahnya. (Iw/Red)

Tinggalkan Balasan