Tak Mengobrol dengan Si Dia Setiap Hari, Wajar atau Tidak?

spot_img

EXPRESI.co, BONTANG – Komunikasi yang baik adalah kunci hubunganyang sukses. Banyak orang tahu akan hal itu.

Komunikasi jadi salah satu cara untuk tetap terhubung dengan orang lain, termasuk dengan pasangan. Banyak pasangan berusaha untuk tetap terhubung setiap hari demi membangun komunikasi yang baik.

Pada dasarnya, tak ada jawaban tepat tentang seberapa sering Anda harus mengobrol dengan pasangan dalam seminggu. Para ahli justru mengatakan bahwa tak masalah jika Anda dan pasangan tak rutin berbicara atau mengobrol tujuh hari dalam seminggu.

Ahli relationship, April Masini mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan seberapa sering Anda mengobrol dengan pasangan. Beberapa hal itu di antaranya usia hubungan, kenyamanan orang-orang dalam hubungan, dan apa yang terjadi pada hidup Anda saat ini.

“Jika Anda baru saja berpacaran dengan si dia, maka mengobrol beberapa kali dalam sehari adalah wajar,” ujar Masini, melansir Elite Daily.

Atau, Anda juga bisa berkomunikasi dengan si dia hanya beberapa kali dalam seminggu karena belum adanya komitmen nyata.

Cara untuk mengetahui apakah frekuensi komunikasi yang Anda lakukan bersama pasangan tergolong sehat atau tidak adalah dengan mencari tahu apakah hal tersebut benar-benar berfungsi. Artinya, apakah komunikasi yang rutin di antara pasangan benar-benar membuat kualitas hubungan semakin baik.

“Apakah Anda selaras dengan pasangan? Apakah sering salah paham? Apakah Anda dan pasangan berada di halaman yang sama soal ini?,” ujar ahli relationship, Susan Winter.

Bagi beberapa pasangan, saling berkontak sekali dalam sehari sudah cukup. Sementara bagi yang lain, hanya berkomunikasi beberapa kali dalam seminggu juga bahkan sudah terbilang cukup.

Namun, Winter merekomendasikan setidaknya lakukan komunikasi dasar satu kali dalam sehari, terutama bagi pasangan jarak jauh. “Tanpa kontak yang berkelanjutan, hubungan Anda akan layu,” ujarnya.

Anda juga disarankan untuk membatasi pesan yang terlalu standar seperti menanyakan makan, bertanya kapan bertemu, atau sedikit flirting. Sebuah kalimat seperti ‘Semoga harimu menyenangkan!’ saja dirasa sudah lebih dari cukup.

Namun, Masini memperingatkan, jika komunikasi mulai mengganggu kemampuan Anda untuk menjalani hari, maka itu menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang salah. Komunikasi, lanjutnya, seharusnya tidak membuat Anda sulit berkonsentrasi di tempat kerja.

“Jika hal ini terjadi, ini lah saatnya untuk menetapkan beberapa batasan,” ujar Masini. (*)

Editor: Bagoez Ankara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest Articles