5 Langkah untuk Berhenti Menjadi Seorang People Pleaser

spot_img

EXPRESI.co, BONTANG – Seorang people pleaser selalu menggantungkan penilaian orang lain untuk memiliki percaya diri. Itulah mengapa mereka selalu dihantui ketakutan dan kekhawatiran oleh pemikiran orang tentang mereka. Demi merasa berharga dan diterima, mereka akan berkata ‘ya’ pada apa pun permintaan orang lain.

Tentu saja ini bukan kebiasaan yang baik. Terlebih, bila seseorang tersebut menyetujui permintaan orang lain tanpa memerhatikan kebutuhan diri sendiri. Ini dapat memimpin pada kelelahan mental, perasaan khawatir berlebih, bahkan depresi.

Untuk itu, inilah lima langkah untuk berhenti menjadi people pleaser.

1. Ketahui alasan mengapa kamu membantu orang itu

Ada batas antara people pleaser dengan orang yang benar-benar baik. Apabila kamu membantu orang hanya karena tak mau merasa ‘bersalah’, maka hati-hati, bisa jadi kamu seorang people pleaser. Ini tidak berarti kamu egois melainkan jujur pada diri sendiri dan orang lain.

Bila memang ada hal-hal di luar batas yang tidak bisa kamu lakukan, tapi tetap memaksakan diri untuk menghindari perasaan bersalah, maka motivasimu untuk membantu orang keliru. Kenali hal ini pada diri sendiri.

2. Kenali dirimu sendiri lebih dalam

Kedengarannya memang sepele, tapi mengenal diri sendiri lebih dalam membuatmu tak lagi mendasari keberhargaan diri dari opini orang lain. Kamu tahu kelebihan dan kekuranganmu, dan kamu tahu bahwa dirimu berharga—terlepas dari perkataan mereka.

People pleaser cenderung menilai diri mereka dari penilaian orang lain. Selain berdampak buruk pada self-esteem, kebiasaan tersebut dapat membuat mereka ‘hilang arah’ akan pengenalan dengan diri sendiri. Akibatnya, kamu akan terus berharap akan validasi orang lain.

3. Mulai berani katakan ‘tidak’

Bagi sebagia orang yang enggan menolak permintaan orang, mengatakan ‘tidak’ pasti akan membuatmu merasa bersalah. Namun, terus-terusan mengiyakan ajakan atau permintaan orang di luar batas kemampuanmu hanya akan merugikan diri sendiri.

Sebaliknya, cobalah untuk membela dirimu. Katakan ‘tidak’ pada hal-hal yang memang tidak ingin kamu lakukan. Dengan ini, kamu menetapkan batas yang sehat di antara pertemanan kalian.

4. Luangkan waktu untuk mengevaluasi tujuanmu

Memiliki gagasan yang jelas akan ide dan tujuan dalam hidup membuatmu semakin mengerti alasan untuk menyetujui permintaan orang lain. Ambil waktu dari kesibukanmu untuk mengevaluasi tujuanmu. Ketahui dulu apa yang kamu ingin capai dalam waktu dekat atau seterusnya. Dengan ini, kamu dapat membedakan hal-hal yang dapat dan tidak kamu setujui.

5. Jauhkan diri dari orang-orang toksik

Orang-orang toksik tidak dapat melihat keberhargaanmu dan tidak menghormati batas pertemanan yang telah ditetapkan. Terkadang kamu sulit untuk menolak permintaannya, terkadang mereka malah balas menyerangmu sehingga kamu merasa bersalah sebab tidak menolong mereka.

Lebih baik menjauh dari orang-orang seperti itu. Bukan hanya buruk untuk kesehatan mental, orang-orang demikian pun biasanya tidak tulus menjadi teman. Mereka hanya ingin memanfaatkanmu demi kebutuhan mereka.

Itulah kelima langkah untuk berhenti menjadi people pleaser. Tak perlu merasa bersalah untuk sesekali menolak permintaan orang lain. Sebab dengan ini, kamu bersikap jujur dan menghormati keinginan diri sendiri. (*)

Editor: Bagoez Ankara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest Articles