Wadubes RI di India Meninggal hingga Malaysia Dihantam Covid

spot_img

EXPRESI.co, BONTANG – Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Rabu (26/5). Mulai dari Wakil Duta Besar Indonesia di India meninggal karena Covid-19 hingga Malaysia bersiap hadapi skenario terburuk corona.

1. Wadubes RI di India Meninggal karena Covid-19

Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk India, Ferdy Nico Yohannes Piay, meninggal dunia setelah terpapar Covid-19. Kabar itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Teuku Faizasyah.

“Salah satu putra terbaik Kemlu, Bapak Ferdy Nico Yohannes Piay, Kuasa Usaha Add Interim (KUAI)/DCM KBRI New Delhi telah berpulang karena COVID-19,” kata Teuku kepada media melalui pesan singkat, Rabu (26/5).

Kabar duka juga disampaikan oleh akun Twitter resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi. Akun itu mengunggah video singkat yang membuat foto Ferdy dan ucapan duka cita.

2. Ahmadinejad Gagal Jadi Bakal Calon Pilpres Iran

Mantan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dilaporkan tidak lolos dalam seleksi bakal calon untuk mengikuti pemilihan presiden tahun ini.

Menurut laporan kantor berita Fars dan IRNA, yang dikutip Middle East Eye, Selasa (25/5), Ahmadinejad bersama dua kandidat lain, yakni mantan Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, dan politikus Eshaq Jahangiri tidak lolos dalam seleksi bakal calon presiden yang dilakukan oleh Dewan Garda.

Dilaporkan ada tujuh bakal calon presiden Iran yang lolos seleksi.

Mereka adalah Hakim Agung Ebrahim Raisi, Wakil Ketua Parlemen Amirhossein Ghazizadeh-Hachemi, mantan Sekjen Majelis Tinggi Pertahanan Nasional Saeed Jalili, mantan komandan Korps Garda Revolusi Jenderal Mohsen Rezaei, anggota parlemen Alireza Zakani, Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati, dan mantan Wakil Presiden Iran Mohsen Mehralizadeh.

3. Malaysia Bersiap Hadapi Skenario Terburuk Covid-19

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan Malaysia harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk pandemi Covid-19.

Pasalnya, lonjakan kasus virus corona di negeri jiran mengalami tren eksponensial sejak awal bulan lalu.

Hal itu disampaikan oleh Noor dalam akun Twitter pribadinya @DGHisam pada Selasa, (25/5). “Infeksi dapat memicu lonjakan vertikal,” tulis Noor.

Dalam cuitan itu, Noor juga meminta masyarakat untuk mematuhi langkah-langkah baru yang diterapkan oleh Pemerintah. Sebagian besar pejabat pemerintah dan 40 persen staf sektor swasta diimbau bekerja dari rumah.

Editor: Bagoez Ankara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest Articles