Moeldoko Minta Pemda Adaptif Hadapi Covid-19

spot_img

EXPRESI.co, BONTANG – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengingatkan tentang keharusan pemda adaptif menghadapi pandemi COVID-19 dengan tidak mengesampingkan pentingnya digital dan melayani dalam pelayanan publik.

“Memang mau tidak mau basisnya harus digital. Kita juga sudah mengenal Online Single Submission (OSS) di mana perizinan menjadi cepat diselesaikan. Kalau kita orientasinya sudah di sana, maka pelayanan kita sudah bisa dipastikan bisa optimal,” katanya dalam seminar yang digelar secara daring, Senin (26/7/2021).

Menurut dia, semua pihak harus turur mengantisipasi fenomena global. Kata dia ada lima fenomena global yang tidak bisa diabaikan, yaitu dunia telah berubah, berubah dengan cepat, penuh dengan risiko, kompleksitas, dan surprise.

“Contoh nyatanya adanya adalah COVID-19. Berubahnya luar biasa, berkembang dengan cepat, risikonya tinggi dan mengubah tatanan kehidupan. Lima fenomena ini tolong menjadi atensi serius dalam membangun dan melangkah ke depan,” ujar dia.

Ia menambahkan pembangunan infrastruktur tetap dapat dilanjutkan kendati ada PPKM. Seperti adanya bandara di Kediri yang juga sudah melalui proses pembangunan 50 persen, bisa menjadi kekuatan baru bagaimana pertumbuhan kota akan menjadi lebih dahsyat lagi.

Menurut dia, ke depan akan meningkatkan bisnis pariwisata.

“Untuk itu harus dibangun budaya bagaimana masyarakat bisa merespons hal tersebut dengan baik. Bagaimana pariwisata menjadi budaya yang hidup dari masyarakat seperti yang terjadi di Bali sehingga mulai sekarang memang harus disiapkan,” kata dia.

Moeldoko hadir dalam acara webinar yang mengusung tema “Memperkuat Kota Kediri sebagai Service City”.

Dirinya berharap Kota Kediri ke depan semakin bersinar. Kota Kediri memiliki “trade mark” yang luar biasa dan ini memudahkan untuk menjenama Kota Kediri ke depan.

“Saya pikir Pak Wali Kota Kediri sudah bagus memimpin Kota Kediri. Hal ini tolong menjadi atensi serius dalam kita membangun ke depan,” kata dia.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar juga memaparkan konsep Kota Kediri sebagai The Service City. Berbagi inovasi di berbagai bidang yang telah dilakukan dijabarkan satu per satu, mulai English Massive, beasiswa perguruan tinggi, homecare, sahabat, si Jamal, layanan daring Sakti, dan lainnya.

“Kami mencoba untuk memberikan pelayanan yang terbaik, termasuk juga perizinan untuk disabilitas. Kita dorong disabilitas dapat layanan yang baik. Yang bisa diajak kerja sama dengan pemerintah juga kita ajak kerja sama dengan pemerintah,” ujarnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest Articles