EXPRESI.co, BONTANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang mencatat nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 87,03 pada Mei 2026.

Meski mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 88,34, capaian tersebut masih berada dalam kategori Baik dan menunjukkan konsistensi kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil survei yang dipublikasikan Bapenda Kota Bontang, penilaian IKM Mei 2026 diperoleh dari 57 responden, terdiri atas 34 laki-laki dan 23 perempuan.

Mayoritas responden berusia di atas 40 tahun sebanyak 52 orang, sedangkan responden berusia di bawah 40 tahun berjumlah 5 orang. Sementara pada April 2026, survei melibatkan 72 responden, terdiri atas 44 laki-laki dan 28 perempuan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 responden berusia di atas 40 tahun dan 22 responden berusia di bawah 40 tahun. Pada periode itu, Bapenda berhasil meraih nilai IKM 88,34 dengan kategori Sangat Baik.

Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, mengatakan hasil survei tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Nilai IKM yang kami peroleh menunjukkan bahwa masyarakat masih memberikan kepercayaan dan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan Bapenda,” ucapnya Senin 8 Juni 2026.

Katanya, meski terdapat sedikit penurunan dibanding bulan lalu, namun hasil ini akan menjadi bahan evaluasi agar kualitas layanan di Bapenda Bontang terus ditingkatkan.

Natalia menjelaskan, Bapenda secara rutin melakukan pemantauan terhadap berbagai aspek pelayanan yang dinilai masyarakat, mulai dari prosedur pelayanan, kompetensi petugas, kecepatan layanan, hingga penanganan pengaduan.

Pada survei Mei 2026, unsur penanganan pengaduan menjadi aspek dengan nilai tertinggi yakni 3,737, meningkat dibanding April yang memperoleh nilai 3,649. Sementara unsur kualitas sarana dan prasarana memperoleh nilai 3,404, turun dibanding April yang mencapai 3,514.

Ia mengaku mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah meluangkan waktu mengisi survei kepuasan.

Menurutnya, hasil survei menjadi instrumen penting dalam mengukur efektivitas pelayanan sekaligus dasar penyusunan langkah perbaikan ke depan.

“Kami akan terus memperbaiki aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan, termasuk sarana pendukung pelayanan. Masukan dari masyarakat sangat penting untuk memastikan pelayanan publik semakin mudah, cepat, dan nyaman,” katanya. (Adv)