Kanada Diterpa Gelombang Panas Terparah, Capai 49,5 Celsius

Redaksi

EXPRESI.co, BONTANG – Kanada diterpa gelombang panas terparah sepanjang sejarah negara itu dengan suhu udara di Kota Lytton mencapai 49,5 derajat Celsius pada Selasa (29/6).

“Sekitar pukul 16.20, Stasiun Iklim Lytton melaporkan suhu 49,5 derajat Celsius, sekali lagi memecahkan rekor suhu harian selama tiga hari berturut-turut,” demikian pernyataan Kementerian Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada, Selasa (29/6).

Lytton memang melaporkan rekor suhu tertinggi selama tiga hari berturut-turut. Laporan temperatur pada Selasa ini memecahkan rekor sehari sebelumnya yang mencapai 47,9 derajat Celsius.

Sehari sebelumnya, Minggu (27/6), Lytton untuk pertama kalinya melaporkan rekor suhu harian tertinggi, mencapai 47,5 derajat Celsius.

BACA JUGA:  Efek Sanksi Ekonomi, Warga Rusia Berebut Beli Gula yang Mulai Langka Pasokannya

Tak hanya Kanada, sejumlah kawasan di Amerika Serikat juga dilanda gelombang panas ekstrem sejak akhir pekan lalu.

Reuters melaporkan bahwa kawasan Washington, Oregon, sebagian Idaho, Wyoming, dan California berada di bawah peringatan panas yang berlebihan karena suhu melonjak 6-7 derajat Celcius di atas rata-rata.

“Peristiwa ini kemungkinan akan menjadi salah satu gelombang panas paling ekstrem dan berkepanjangan dalam catatan sejarah Inland Northwest,” demikian pernyataan Layanan Cuaca Nasional AS (NWS).

BACA JUGA:  Sydney Akhiri Lockdown COVID-19 Selama 107 Hari, Target 70% Vaksinasi Tercapai

Sebagaimana dilansir The Guardian, para ahli menduga gelombang panas ini terjadi karena fenomena “heat dome” atau kubah panas.

Istilah itu merujuk pada situasi di mana tekanan tinggi terjadi di sejumlah area yang membuat suhu panas terperangkap.

“Di kawasan barat laut Pasifik kerap terjadi situasi seperti ini karena wilayahnya dapat menutup jalur aliran udara dingin laut ke arah daratan,” ujar seorang ahli klimatologi dari AS, Nick Bond. (*)

Editor: Bagoez Ankara

Print Friendly, PDF & Email

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer