India Tambah Suplai Oksigen buat Covid New Delhi Jadi 740 Ton

Redaksi

EXPRESI.co, BONTANG – Pemerintah India setuju menaikkan suplai oksigen dari 490 ton menjadi 730 ton bagi rumah sakit di ibu kota, New Delhi, yang sedang dilanda gelombang kedua Covid-19.

Associated Press melaporkan bahwa Mahkamah Agung menyampaikan keputusan ini pada Jumat (7/5).

Mahkamah Agung turun tangan setelah 12 pasien Covid-19, termasuk seorang dokter, meninggal di salah satu rumah sakit di New Delhi karena kehabisan Oksigen medis selama 80 menit pada pekan lalu.

Menurut laporan The Times of India (TOI), 11 pasien Covid-19 lainnya meninggal di RS pemerintah di Chengalpet, selatan India, pada Rabu malam. Mereka meninggal saat saluran oksigen berhenti bekerja, kemungkinan karena kerusakan katup.

BACA JUGA:  Korea Selatan Menuduh Korut Bohong Soal Peluncuran Rudal Raksasa

Pihak rumah sakit mengaku sudah memperbaiki saluran oksigen pekan lalu. Namun, keadaan tak terkendali ketika konsumsi oksigen meningkat dua kali lipat.

Menurut seorang pejabat pemerintah, permintaan oksigen rumah sakit meningkat tujuh kali lipat sejak bulan lalu.

Sebagian besar rumah sakit di India tidak memiliki pabrik sendiri untuk menghasilkan oksigen bagi pasien. Akibatnya, rumah sakit mengandalkan oksigen cair, yang dapat disimpan dalam tabung dan diangkut dengan truk tangki.

Namun, di tengah lonjakan kaus Covid-19, pasokan oksigen di tempat-tempat yang paling terdampak seperti New Delhi menipis.

BACA JUGA:  China Bakal Buat Pesawat Luar Angkasa Super Besar, Panjangnya Hampir 1 Km

Menteri Kesehatan India, Harsh Vardhan, mengatakan bahwa negaranya memiliki cukup oksigen, tapi terkendala ketika akan mengangkutnya ke tempat yang membutuhkan.

Sebagian besar oksigen diproduksi di bagian timur India, sementara permintaan meningkat di bagian utara dan barat.

Himaal Dev selaku kepala unit perawatan kritis di Rumah Sakit Apollo, selatan Bengaluru, mengatakan bahwa pasien Covid-19 di bangsal perawatan intensif perlu menerima setidaknya 10-15 liter oksigen per menit karena fungsi paru-paru yang berkurang. (*)

Editor: Bagoez Ankara

Print Friendly, PDF & Email

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer